Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Prastika Rahmayanti, Dea Prastika
Windayanti, Windayanti
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-08 06:48:29
Abstract :
Pijat laktasi adalah teknik pemijatan yang dilakukan
pada daerah kepala atau leher, punggung, tulang belakang, dan payudara
yang bertujuan untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin.
Hormon yang berperan dalam produksi ASI adalah hormon prolaktin dan
oksitosin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di
Puskesmas Telukjambe melalui wawancara, dari hasil wawancara maka
diperoleh dari 6 ibu menyusui, yaitu 2 orang ibu mengatakan ASI nya
keluar lancar dan 4 orang ibu mengatakan ASI nya keluar tidak lancar.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan produksi air susu ibu
(ASI) pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan pijat laktasi di
Puskesmas Telukjambe.
Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasy
Eksperiment) dengan pendekatan One Group pretest and posttest design,
populasi penelitian adalah seluruh ibu menyusui dengan bayi usia 0-6
bulan sebanyak 25 orang, dengan teknik total sampling. Instrument
penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan ibu menyusui sebelum diberikan
pijat laktasi pengeluaran ASI tidak lancar sejumlah 17 ibu (68%) dan
lancar sebanyak 8 orang (32%), Sedangkan jumlah ibu menyusui sesudah
diberikan pijat laktasi pengeluaran ASI lancar sejumlah 25 ibu (100%).
Berdasarkan uji Chi-Square nilai p value = 0,000 (p<0,05), berarti terdapat
perbedaan produksi air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui sebelum dan
sesudah diberikan pijat laktasi di Puskesmas Telukjambe.
Kesimpulan: Ada perbedaan yang signifikan antara produksi air susu ibu
(ASI) pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan pijat laktasi di
Puskesmas Telukjambe.