Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah diatas ambang normal yakni
lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi pada lansia dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif hingga
mempengaruhi kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup lansia dilakukan untuk mengurangi angka
morbiditas.
Tujuan : Untuk menggambarkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi di Desa Tambahsari.
Metode: Deskriptif survei dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tambahsari
pada Mei 2021 hingga Juni 2021 yang melibatkan 92 responden.
Hasil : Lansia dengan hipertensi di Desa Tambahsari mayoritas berusia 70-74 sebanyak 32 lansia
(34,8%), mayoritas lansia berjenis kelamin perempuan sebanyak 59 (64,1%), mayoritas pendidikan
pada lansia SLTA/Sederajat sebanyak 54 (58,7%), mayoritas lansia tidak bekerja sebanyak 57 (61,9%),
mayoritas lansia masih memiliki pasangan sebanyak 56 (60,9%), mayoritas lama menderita hipertensi
pada lansia lebih dari 6 bulan sebanyak 78 lansia (84,8%) dan berdasarkan status minum obat pada
lansia dengan hipertensi sebanyak 82 lansia (89,1%). Kualitas hidup lansia baik sebanyak 83 (90,2%).
Kesimpulan : Sebagian besar lansia dengan hipertensi yang ada di Desa Tambahsari memiliki kualitas
hidup yang baik.
Saran : Keluarga dan tenaga kesehatan diharapkan mampu membantu lansia dalam meningkatkan
kualitas hidup agar tekanan darah stabil sehingga mampu mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Kata Kunci : Kualitas Hidup, Lansia, Hipertensi