Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
FEBRIANI, MELISA
Windayanti, Hapsari
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-13 02:34:16
Abstract :
Nyeri haid adalah keluhan ginekologi akibat ketidak
seimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul
rasa nyeri pada siklus haid. Musik klasik Mozart memiliki tempo 60-80 ketukan
per menit, tanpa lirik, mengalun dapat menstimulasi gelombang alfa dan betha
pada otak, mengakibatkan system limbik sehingga membuat tubuh rileks,
menimbulkan efek neuronedokrin dan merangsang pelepasan zat endorphin yang
dapat mengurangi nyeri. Dimana didapatkan dalam menangani nyeri haid belum
tepat karena dari semua remaja putri belum mengetahui bahwa nyeri haid bisa
diturunkan dengan terapi musik sehingga penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan sebelum dan setelah pemberian terapi musik terhadap
tingkat nyeri haid primer pada remaja putri Di Pondok Pesantren Qamarul Huda
Bagu.
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen
dengan pendekatan pre and post test without control. Populasi dalam penelitian
ini 50 santri yang mengalami diminorea di Pondok Pesantren Qamarul Huda
Bagu, sedangkan sampel yang diambil 28 santri dengan thnik purposive
sampling, dianalisi secara univariat dan bivariat ( Uji-Wilcoxon).
Hasil: Hasil penelitian dari 28 responden menunjukkan tingkat nyeri dalam
katagori sedang 22 (78,6%), sedangkan setelah diberikan terapi musik Mozart,
tingkat nyeri haid dalam katagori sedang berkurang menjadi 11 (39,3%), dan
responden yang memiliki tingkat nyeri haid dalam katagori ringan meningkat
menjadi 17 (60,7%), ada perbedaan yang signifikan terhadap nyeri sebelum dan
setelah diberikan terapi musik Mozart dengan p-value 0,000 (?<0,05).
Kesimpulan: Terapi musik Mozart dapat menurunkan tingkat nyeri haid primer
pada remaja putri di pondok pesantren qamarul huda bagu.