Abstract :
Latar Belakang : Postpartum blues merupakan suatu bentuk gangguan akibat
perasaan penyesuaian diri terhadap kelahiran bayi, yang muncul pada hari pertama
sampai hari keempat belas setelah proses persalinan, jika tidak mendapatkan
penanganan yang tepat akan berlanjut menjadi depresi postpartum hingga psikosis
postpartum. Postpartum blues terjadi akibat dari beberapa faktor yang
mempengaruhi salah satunya faktor demografi meliputi usia, paritas, pendidikan
dan pekerjaan.
Metode : Desain penelitian ini literature review dengan pendekatan systematic
review. Sumber data sekunder berupa artikel diambil dari google scholar dan
pubmed. Kriteria artikel yang di review yaitu rentang waktu penerbitan jurnal
maksimal 10 tahun, berbahasa Indonesia atau Inggris, original artikel dan tersedia
full teks. Artikel yang layak untuk di review sebanyak tujuh artikel yaitu lima
berbahasa Indonesia dan dua artikel berbahasa Inggris.
Hasil : Ibu nifas sebagian besar mengalami postpartum blues, paritas primipara
yang berusia antara 20 sampai 35 tahun, berpendidikan tinggi (SMA-Perguruan
Tinggi) dan tidak bekerja (ibu rumah tangga).
Saran : Ibu primipara mendapat bantuan khusus dari puskesmas dan rumah sakit
untuk mengenali gejala postpartum blues secara dini dan mencegahnya
berkembang menjadi depresi postpartum maupun psikosis postpartum.
Kata Kunci : Postpartum blues, Karakteristik, Demografis
Kepustakaan : 29 (2011-2021)