Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Maria Lorensa, Yovita
Widyaningsih, Ari
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-14 03:35:44
Abstract :
Hipothermi adalah suhu bayi < 36,5°C dan >37,5°C. Disamping
sebagai suatu gejala, hipothermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir
dengan kematian. Salah satu cara pencegahan hipothermia pada bayi baru lahir adalah
dengan selalu memantau suhu tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi. Oleh karena itu
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran suhu tubuh bayi baru lahir di
Klinik Utama Budi Mulia Kalimantan timur.
Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif
dan jenis penelitian korelasional.Penelitian ini dilaksanakan pada 03 - 07 Januari
2022 di Klinik Utama Budi Mulia yang terletak di Tanah Grogot Provinsi Kalimantan
Timur. Sampel dalam penelitian ini 74 bayi baru lahir. Teknik pengambilan sampel
random sampling dan sampel diambil dari rekam medis (data skunder)
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 74 bayi baru lahir seluruhnya
mempunyai suhu tubuh bayi baru lahir normal (93,2%) dan yang mempunyai suhu
yang tidak normal (6,8%).
Kesimpulan : Dari 74 responden bayi baru lahir yang dilakukan pengukuran suhu
tubuh setelah diberikan metode kanguru menunjukan suhu tubuh bayi dalam batas
normal.