Abstract :
Bertambahnya usia menyebabkan terjadinya perubahan pada
tubuh, salah satunya adalah terjadi kekakuan pada pembuluh darah yang akan
memicu terjadinya masalah Kesehatan. Salah satu cara untuk hal tersebut adalah
dengan cara melakukan akitivitas fisik. Aktivitas fisik secara terus-menerus dapat
meningkatkan laju aliran darah sehingga pembuluh darah elastis dan tekanan
darah sistol menjadi turun khususnya pada lansia penderita hipertensi.
Tujuan : Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah sistol pada
lansia penderita hipertensi di desa Kalirejo, kabupaten Kendal.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain penelitian yang
digunakan adalah deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional.
Populasi penelitian ini adalah semua lansia penderita hipertensi di desa Kalirejo
yang berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total
sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah
kuesioner Global Physical Actifity Questionnaire (GPAQ). Analisis data
menggunakan uji regresi linear sederhana.
Hasil : Hasil analisis menggunakan uji regresi linear sederhana memperoleh nilai
p-value sebesar 0.003 < 0.05 (?). Dimana dari 96 responden, 76 diantaranya
(79.2%) melakukan aktivitas ringan dengan kejadian hipertensi I sebanyak 35
responden dan hipertensi II sebanyak 31 responden.
Kesimpulan : Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah sistol pada
lansia penderita hipertensi di desa Kalirejo Kabupaten Kendal.