Abstract :
Ulkus diabetik adalah keadaan yang diawali dengan
adanya hipoksia jaringan. Dimana oksigen dalam jaringan berkurang sehingga
dapat terjadi kerusakan jaringan pada ulkus. Derajat luka pada pasien ulkus
diabetikum memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan.
Tujuan : Menganalisis hubungan derajat luka dengan tingkat kecemasan pada
pasien ulkus diabetikum di Klinik Spesialis Luka Diabetes Semarang.
Metode : Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional dan pendekatan yang
digunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien perawatan di
Klinik FOID Spesialis Luka Diabetes dan RUMAT Spesialis Luka Diabetes
berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan
jumlah 36 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala derajat luka Wagner
dan kuesioner DASS 42. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau.
Hasil : Hasil data didapatkan gambaran karakteristik pasien (56,6%) berjenis
kelamin wanita, (55,6%) berumur <56 tahun, (36,1%) berpendidikan SMA/SMK,
(33,3%) berprofesi sebagai IRT. Gambaran derajat luka pasien yaitu (30,1%)
dengan derajat luka 2. Gambaran tingkat kecemasan pasien sebanyak (30,6%)
berada pada kecemasan sedang. Hasil uji dengan Kendall Tau diperoleh nilai p
Value = 0.004. Nilai koefisien korelasi yaitu 0,401 yang berarti arah korelasinya
positif dan tingkat keeratan hubungannya cukup.
Kesimpulan :. Terdapat hubungan derajat luka dengan tingkat kecemasan pada
pasien ulkus diabetikum di Klinik Spesialis Luka Diabetes Semarang.
Saran : Diharapkan pasien melakukan perawatan luka secara berkala dengan
harapan derajat luka ulkus tidak bertambah dan dapat mengontrol tingkat
kecemasan.