Abstract :
Broken home merupakan keadaan dimana terjadi
ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga, kurangnya perhatian dan kasih sayang
dari orang tua sehingga membuat mental anak menjadi frustasi. Kejadian broken
home sangat berpengaruh terhadap konsep diri dan tingkat kecerdasan emosional
anak, baik positif maupu negatif tergantung pada peran orangtua dalam
memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak tersebut.Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri dan tingkat
kecerdasan emosional pada remaja yang mengalami broken home di SMK Al-
Falah Winong Pati.
Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan
pendekatan deskriptif korelatif. Dengan total sampel 42 sampel yang telah di
skrining dari 234 populasi dan menggunakan alat ukur berupa kuisoner 27
pertanyaan mengenai konsep diri dan 47 pertanyaan mengenai tingkat kecerdasan
emosional.
Hasil: Distribusi responden berdasarkan konsep diri di dominasi oleh peran
positif dan negative yakni peran positif 22 responden (52,4%) dan peran negative
20 responden (47,6%). distribusi responden berdasarkan tingkat kecerdasan
emosional di dominasi oleh peran sedang yakni 27 responden (64.3%), 7
responden (16.7%) memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi dan 8 responden
memiliki tingkat kecerdasann emosional rendah (19.0%).
Saran: Meskipun terdapat perpecahan dan struktur keluarga yang tidak sehat anak
harus tetap mendapatkan dukungan positif tertuma dari keluarga mapupun
lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan konsep diri dan tingkat kecerdasan
emosional pada remaja.