Abstract :
Penderita kanker payudara akan timbul rasa nyeri apabila sel
kanker sudah membesar, timbul luka atau bila muncul metastase. Salah satu
langkah sederhana untuk menurukan nyeri adalah dengan menggunakan terapi
pijat. Terapi pijat memberikan stimulasi dibawah jaringan kulit dengan
memberikan sentuhan dan tekanan yang lembut untuk memberikan rasa nyaman.
Stimulasi kulit akan merangsang serat-serat non-nosiseptif yang berdiameter besar
untuk menutup gerbang bagi serat-serat berdiameter kecil yang menghantarkan
nyeri sehingga dapat dikurangi.
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapi pijat terhadap nyeri pada pasien
kanker payudara
Metode : Desain penelitian ini literature review dengan pendekatan systematic
review. Sumber data sekunder berupa artikel diambil dari tiga data base (PubMed
dan Google Scholar). Kriterian artikel yang di review yaitu rentang waktu
penerbitan jurnal maksimal 5 tahun, berbahasa Indonesia dan Inggris, original
artikel dan tersedia full teks. Artikel yang layak untuk di review sebanyak 6 artikel
yaitu tiga berhahasa Indonesia dan tiga artikel berbahasa Inggris.
Hasil : Pasien kanker payudara dari artikel yang di review menunjukkan sebagian
besar wanita yang berumur 36-45 tahun (53,3%), perempuan (79,3%) mengalami
kanker payudara (51,7%). Nyeri pada pasien kanker payudara sebelum diberikan
terapi pijat pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebagian besar
kategori ringan. Nyeri pada pasien kanker payudara sesudah diberikan terapi pijat
pada kelompok kontrol sebagian besar kategori ringan sedangkan pada kelompok
intervensi sebagian besar kategori normal. Terapi pijat efektif untuk menurunkan
nyeri pada pasien kanker payudara dimana jenis pijat paling optimal adalah foot
massage.
Saran : Sebaiknya perawat mengimplementasikan terapi pijat kaki sebagai salah
satu upaya untuk mengurangi intensitas nyeri yang dialami pasien kanker
payudara yang di rawat di rumah sakit.