Abstract :
Pembatasan sosial yang ditetapkan selama masa pandemik
covid-19 membuat remaja harus mengurangi aktivitas mereka di luar rumah.
Kondisi tersebut membuat remaja bosan, sehingga berdampak pada kesehatan
mental remaja. Kesehatan mental merupakan kondisi dimana individu memiliki
kesejahteraan yang tampak dari dirinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi
kesehatan mental remaja adalah interaksi teman sebaya. Interaksi teman sebaya
yang baik dapat mengembangkan kemampuan terkait penyesuaian diri dan
regulasi diri remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan
interaksi teman sebaya dengan kesehatan mental remaja pada masa pandemik
covid-19.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain
penelitian deskriptif korelatif, melalui pendekatan cross sectional. Populasi
penelitian ini adalah 741 remaja usia 12-16 tahun. Teknik sampling yang
digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan total sampel 260 orang.
Alat pengambilan data menggunakan kuesioner interaksi teman sebaya dan SRQ-
20 (Self Reporting Questionnaire) sebagai instrumen penelitian. Analisis data
menggunakan chi square.
Hasil : Sebagian besar responden di SMP N 6 Salatiga memiliki interaksi teman
sebaya dengan kategori sedang sebanyak 152 responden (58.5%). Sedangkan
kesehatan mental remaja di SMP N 6 Salatiga dalam kategori terindikasi dengan
frekuensi sebanyak 157 responden (60.4%). Berdasarkan uji Chi Square,
didapatkan nilai p-value (0,012) < É‘ (0,05).
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan interaksi teman sebaya dengan
kesehatan mental remaja pada masa pandemik covid-19 di SMP N 6 Salatiga
Saran : Berdasarkan penelitian ini, diharapkan remaja dapat memahami
pentingnya interaksi teman sebaya dan gejala-gejala kesehatan mental agar tidak
berdampak pada kehidupan remaja.