Abstract :
Banyaknya prevelensi kasus Covid-19 di berbagai negara,
menjadikan Covid-19 sebagai wabah penyakit yang patut dilakukan pencegahan
penularannya. Pemerintah Indonesia kini menerapkan kebijakan protokol
kesehatan 5M pencegahan Covid-19. Kepatuhan dalam penerapan protokol
tersebut penting dilakukan untuk menekan penyebaran virus. Faktor yang dapat
mempengaruhi kepatuhan yaitu tingkat pendidikan dan pengetahuan
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan
dengan kepatuhan 5M pencegahan covid-19 pada masyarakat di desa
Gunungpanti rt 05 rw 02.
Metode : Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan
cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat Desa Gunungpanti rt
05 rw 02 yang berusia 15-65 tahun berjumlah 190 dengan sampel berjumlah 65.
Teknik sampling menggunakan nonprobability sampling dengan pendekatan
purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis
data menggunakan uji chi squre.
Hasil : Responden dengan tingkat pendidikan rendah yaitu (46,2%), menengah
(32,3%), tinggi (14%), sedangkan untuk tingkat pengetahuan rendah (44,6%),
cukup (29,2%), tinggi (26,2%), kemudian untuk kepatuhan rendah (52,3%), tinggi
(47,7%). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan
didapatkan nilai p value 0,003 <0,05 , kemudian terdapat hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan kepatuhan didapatkan nilai p value 0,000 <0,05.
Saran : Masyarakat diharapkan meningkatkan pendidikan dan pengetahuannya
terkait Covid-19 sehingga dapat mengimplementasikan kepatuhan protokol
kesehatan 5M pencegahan Covid-19.