Abstract :
Selama pembelajaran daring sebagian siswa dapat berpotensi
mengalami kecemasan. Spiritual sebagai salah satu sumber koping dan sumber
pengharapan dapat berpengaruh untuk menopang upaya koping individu untuk
mengatasi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
antara tingkat spiritual dengan kecemasan pada siswa di SMP Negeri 2
Gunungwungkal selama pembelajaran daring.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada 247 siswa kelas VII
dan VIII SMP Negeri 2 Gunungwungkal yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Daily
Spiritual Experience Scale dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-42.
Analisis data menggunakan Uji Kendall-Tau.
Hasil: Sebagian besar siswa memiliki tingkat spiritual sedang sebanyak (57,9%),
serta (4,5%) mengalami kecemasan sangat parah dan (13%) mengalami
kecemasan parah. Uji Kendall-Tau menunjukkan p -value (0,024) < 0,05 yang
berarti terdapat hubungan antara tingkat spiritual dengan kecemasan pada siswa di
SMP Negeri 2 Gunungwungkal selama pembelajaran daring. Nilai koefisien
korelasi -0,130 yang menunjukkan korelasi negatif dengan kekuatan sangat
rendah.
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritual
siswa maka semakin rendah potensi kecemasannya.
Saran: Instansi terkait diharapkan dapat memberikan pendidikan yang bermanfaat
untuk meningkatan nilai spiritual siswa. Siswa diharapkan mampu
mempertahankan dan meningkatkan spiritualitasnya.