DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPIL 2 KABUPATEN WONOSOBO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Krisnawati, Elsa
Siswanto, Yuliaji
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2022-06-21 04:06:32 
Abstract :
Kasus stunting di Kabupaten Wonosobo meningkat pada tahun 2021 sebesar 32.5% dibandingkan pada tahun 2020 sebesar 27.17%. Wilayah kerja Puskesmas Kepil 02 menjadi daerah binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo. Pemilihan variabel didasarkan pada fenomena di tempat penelitian melalui studi pendahuluan. Metode : Metode penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control. Jumlah sampel 61 terdiri dari 31 sampel kasus dan 31 sampel kontrol dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan laporan tahunan Puskesmas dan data sekunder melalui wawancara dan observasi responden. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kepil 02 adalah riwayat BBLR p=0.00 (OR=14.778 ; 95%CI= 3.679-59.499). Riwayat penyakit infeksi p=0.023 (OR=5.167 ; 95%CI= 1.006-76.097). Ketersediaan jamban p=0.018 (OR=3.657 ; 95%CI= 1.220-10.962). SPAL p=0.02 (OR=2.192 ; 95%CI= 1.651- 2.911). Pengolahan sampah p=0.02 (OR=2.192 ; 95%CI= 1.651-2.911). Yang ttidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kepil 02 adalah keadaan fisik SAB p=0.554 (OR=2.069 ; 95%CI= 0.178-24.075). Riwayat ASI eksklusif p=0.374 (OR=1.705 ; 95%CI= 0.523- 5.554). Kelengkapan imunisasi p=0.554 (OR=2.069 ; 95%CI= 0.178-24.075). Simpulan dan Saran: Variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah riwayat BBLR, riwayat penyakit infeksi, ketersediaan jamban, SPAL dan pengolahan sampah. Saran untuk 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo