Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Mahardhika Sulistyaningsih, Dewi
Wahyuni, Sri
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2022-06-21 04:37:42
Abstract :
Program Keluarga Berencana (KB) selama ini masih berfokus
pada wanita, padahal pria memiliki andil yang besar dalam menentukan ukuran
keluarga dan jenis kontrasepsi yang digunakan. Desa Keji sebagai objek
penelitian memiliki jumlah kepala keluarga pria sejumlah 735 dari total 887
keluarga. Hal ini menyebabkan Desa Keji representatif untuk dijadikan tempat
penelitian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran partisipasi pria
dalam perencanaan keluarga di Desa Keji.
Metode Penelitian: Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
kuota sampling dengan teknik perhitungan Slovin. Desain penelitian ini yakni
survey deskriptif dengan cara menyebarkan kuesioner ke responden Desa Keji.
Hasil kuesioner kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan penelitian lain.
Hasil: Sebanyak 76,67% responden memiliki pemahaman yang cukup baik
tentang fungsi KB dan 77,5% responden tahu fungsi KB untuk mencegah
kehamilan. Pemahaman tersebut diikuti dengan pemahaman jenis KB yang cukup
sebanyak 62,5%. Kemudian 71,67% responden memilih suntik sebagai jenis
kontrasepsi yang dipilih. Pemahaman ini berasal dari sumber informasi yang
beragam dan iklan di media massa menjadi yang paling banyak dijadikan sumber
informasi responden. Berbanding terbalik dengan pemahaman yang baik,
responden tidak menggunakan metode KB pria karena faktor biaya, persepsi
negatif, dan kepercayaan tradisional yang masih kuat seperti banyak anak banyak
rejeki.
Simpulan: Pengetahuan tentang metode kontrasepsi yang tersedia di Desa Keji
pada umumnya cukup baik. Namun sayangnya, dikarenakan faktor biaya KB pria
yang mahal dan sulit untuk didapatkan serta pengaruh kepercayaan tradisional
masih sangat kuat membuat responden memiliki persepsi yang negatif yang
berakibat pada rendahnya partisipasi mereka dalam perencanaan keluarga.