Abstract :
Merebaknya Virus Corona atau Covid-19 pandemi pasti menimbulkan situasi
dan cara berbeda dalam pelaksanaan pembelajaraan. Pembelajaran yang tadinya
tatap muka karena guna pencegahan wabah Covid-19 maka diberlakukan
pembelajaran jarak jauh dalam jaringan. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk
menganalisis pelaksanaan pembelajaran jarak jauh daring dan kebijakan
pemerintah terkait dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan di
PAUD Pelangi Nusantara 05, Kabupaten Semarang.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan tehnik metode penelitian
kualitatif, dimana metode ini untuk mengetahui bentuk fenomena apa yang
dialami subyek penelitian, baik perilaku, persepsi secara menyeluruh atau holistik,
melalui deskripsi dalam bentuk kata dan bahasa pada konteks khusus yang
alamiah. Penelitian yang dilakukan melalui observasi, dokumntasi dan
wawancara terhadap tiga pendidik PAUD Pelangi Nusantara 05, Kabupaten
Semarang wawancara terhadap sembilan orangtua peserta didik dan sembilan
peserta didik.
PAUD Pelangi Nusantara 05 adalah lembaga yang berbasis Karakter Holistik
Integratif, telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh daring, terkait dengan
kebijakan Pemerintah dengan Surat Edaran dari Mendikbud No 4 tahun 2020
dengan penetapan peraturan belajar bisa dari rumah (learning from home) bagi
anak sekolah dan para guru juga bekerja di rumah (work from home) termasuk
satuan PAUD. Awalnya membuat bingung para pendidik tetapi berjalannya
dengan waktu, para pendidik dapat beradaptasi dengan keadaan, apalagi para
pendidik PAUD Pelangi Nusantara 05, telah mengikuti pelatihan pengimbasan
belajar dari rumah yang diselengarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
dengan diberikannya buku-buku materi pembelajaran daring.
Hasil penelitian menemukan bahwa media aplikasi yang digunakan adalah
Whatsapp grup. Penggunaan media aplikasi Whastapp grup dinilai cukup efektif
dalam pembelajaran jarak jauh dalam jaringan pada peserta didik PAUD Pelangi
Nusantara 05, Kabupaten Semarang. Kelemahannya jaringan yang kurang stabil,
harga kuota yang mahal, kesiapan orang tua yang dipaksakan, dan perilaku peserta
didik yang berubah-ubah. Untuk meningkatkan rasa ingin belajar pada peserta
didik, pendidik menggunakan metode yang sangat disukai peserta didik, seperti
metode tepuk, syair dan bernyanyi, permainan, cerita, penugasan yang dikemas
dengan video, dan pesan suara. Sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan
dalam pembelajaran jarak jauh daring, bahkan menyukai tugas yang di berikan
pendidik.