Abstract :
Tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri
mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menginfeksi paru-paru sehingga
menimbulkan penumpukan sekret dan sulit dikeluarkan. Sekret yang sulit
dikeluarkan akan menyebabkan penyumbatan jalan nafas hingga mengakibatkan
bersihan jalan nafas tidak efektif. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan
pengelolaan bersihan jalan nafas tidak efektif pada penderita tuberculosis paru di
Desa Cebongan.
Jenis penelitian deskriptif dengan memberikan pengelolaan berupa perawatan
pasien dengan bersihan jalan nafas tidak efektif pada penderita tuberculosis paru.
Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling insidental.
Pengelolaan bersihan jalan nafas tidak efektif dilakukan selama 7 hari. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta pemeriksaan
fisik. Pasien dengan keluhan batuk berdahak, dahak sulit dikeluarkan, sesak nafas,
pola nafas tidak teratur, bunyi nafas tambahan ronchi, RR 26x/menit.
Setelah dilakukan pengelolaan didapatkan masalah bersihan jalan nafas tidak
efektif dapat teratasi. Pasien dapat mengeluarkan dahak, sesak nafas berkurang,
frekuensi nafas dan pola nafas normal.
Saran bagi pasien diharapkan dapat melakukan pengobatan secara rutin serta
menerapkan program yang sudah diajarkan. Sehingga dapat mempercepat proses
penyembuhan.
Kata kunci: tuberculosis paru, manajemen jalan nafas