Abstract :
Latar Belakang : Terjadinya gangguan integritas kulit pada DM diawali dengan
adanya hiperglikemia pada penyandang DM yang menyebabkan kelainan
neuropati dan kelainan pada pembuluh darah. Neuropati sensorik, motoric dan
autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan kulit dan otot yang
menyebabkan terjadinya perubahan tekanan akan mempermudah terjadinya ulkus
diabetik. Luka diabetes yang tidak sembuh menjadi fakor resiko infeksi dan
penyebab utama dilakukanya amputasi maupun kematian.
Tujuan : Mampu mendiskripsikan pengelolaan gangguan integritas kulit/jaringan
pada pasien dengan DM Tipe II di Rumah Sakit.
Metode : penelitian menggunakan metode studi kasus dengan cara pendekatan
deskriptif dalam bentuk asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa
data, merumuskan diagnosa, rencana keperawatan / intervensi, implementasi dan
evaluasi dalam penanganan DM Tipe II dengan gangguan integritas kulit.
Hasil : Pengelolaan gangguan integritas kulit dilakukan selama 5 hari dengan
melakukan pengkajian, intervensi, dan evaluasi. Intervensi yang telah disusun
meliputi monitor karakteristik luka, perawatan luka, anjurkan mengkonsumsi
makanan tinggi kalori dan protein, monitor kadar glukosa darah, anjurkan diet
sesuai dengan penyandang DM. Respon hasil pasien mengatakan nyeri post
amputasi berkurang. pasien tampak lebih segar, luka post amputasi berwarna pink,
terbentuk granulasi.
Simpulan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, luka post amputasi pada
pasien membaik, luka berwarna pink dan tumbuh jaringan granulasi.
Saran : Diharapkan dapat mengatasi masalah gangguan integritas kulit dengan
perawatan luka serta mampu mengontrol gula darahnya secara mandiri untuk
mencegah terjadinya luka gangrene yang baru.
Kata Kunci : Integritas Kulit, Diabetes Melitus, Gangren