Abstract :
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan
oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dan ditandai dengan empat
gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi pendarahan,
hematomageli dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan
(sindrom renjatan dengue) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat
menyebabkan kematian. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan
keperawatan resiko perdarahan pada anak usia 10 tahun 7 bulan dengan Demam
Berdarah Dengue (DBD) di Ruang Anggrek RSUD Salatiga.
Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan
keperawatan, diantaranya melalui pengkajian meliputi pemeriksaan fisik,
observasi, pemeriksaan penunjang, penegakan diagnosa keperawataan,
implementasi dan evaluasi. Implementasi resiko perdarahan dengan monitor
koagulasi, monitor tanda tanda vital, monitor tanda dan gejala perdarahan,
pertahankan bed rest selama perdarahan, jelaskan tanda dan gejala perdarahan,
anjurkan menggunakan kaus kaki saat ambulasi, anjurkan meningkatkan asupan
makanan dan vitamin K, anjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan,
kolaborasi pemberian obat saat terjadi perdarahan.
Hasil pengelolaan yang didapatkan sudah tidak mimisan, sudah tidak ada
darah yang keluar di gusi, sudah tidak demam tinggi, dan hasil pemeriksaan
laboratorium trombosit 38000 /?L, dari hasil di atas membuktikan bahwa
implementasi yang dilakukan pada pasien secara sudah teratasi sebagian. Saran
bagi orang tua agar bisa lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya
perdarahan pada Demam Berdarah Dengue.
Kata Kunci : Resiko Perdarahan, Demam Berdarah Dengue (DBD)