Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hardianti, Noviana
vifta, Rissa Lila
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-11-24 07:47:07
Abstract :
Jahe merah ( Zingiber officinale var. rubrum) merupakan
tanaman obat yang berpotensi sebagai antioksidan. Metabolit sekunder dengan
aktivitas antioksidan yaitu seperti gingerol, flavonoid , fenolik dan shogaol.
Pelarut ekstraksi merupakan faktor yang mampu menarik metabolit sekunder
secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi
pelarut terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan serta hubungan
antara kadar flavonoid terhadap aktivitas antioksidan ekstrak jahe merah.
Metode : Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut berbeda yaitu
etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Analisa kualitatif menggunakan uji warna,
pengukuran kadar flavonoid total menggunakan kuersetin sebagai pembanding.
Aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan kontrol positif
kuersetin.
Hasil : Rendemen ekstrak pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan berturut-
turut yaitu 5,133% ; 6,761% ; 3,851%. Kadar flavonoid dan nilai IC 50 dari ekstrak
jahe merah yaitu : etanol 96% (111,38 mgQE/g ; 20,15ppm) , etil asetat (171,14
mgQE/g ; 11,6ppm) , n-heksan (163,05 mgQE/g ; 19,48ppm). Hasil uji korelasi
pearson menunjukan hasil negatif pada etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan: -
0,9996; -0,9678; -0,9992. Terdapat hubungan antara kadar flavonoid dengan
aktivitas antioksidan ekstrak Hasil korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan
antara kadar flavonoid total dengan aktivitas antioksidan, dimana semakin besar
kadar flavonoid dalam ekstrak maka aktivitas antioksidannya semakin kuat.
Simpulan : Variasi pelarut mempengaruhi kadar flavonoid dan aktivitas
antioksidan ekstrak jahe merah. Terdapat hubungan antara kadar flavonoid dan
aktivitas antioksidan.