Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Nashi’atul Firdaus, Fauziah
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 03:11:49
Abstract :
Beberapa bakteri seperti Propionibacterium acnes,
Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan
jerawat. Pengobatan jerawat dapat menggunakan bahan alam, salah satunya
menggunakan daun teh hijau. Teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki
kandungan metabolit sekunder yang dapat mengurangi bakteri penyebab jerawat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelarut yang dapat
menghasilkan aktivitas antibakteri paling besar dan untuk menganalisis potensi
ekstrak daun teh hijau dalam menghambat bakteri penyebab jerawat.
Metode : Penelitian metode non eksperimental menggunakan literature review
yang mengacu pada jurnal nasional maupun internasional dengan membandingkan
pelarut yang optimal dan konsentrasi yang paling baik.
Hasil : Etanol, aseton, air dan etil asetat merupakan pelarut yang digunakan untuk
menarik metabolit sekunder daun teh hijau pada proses ekstraksi sebagai
antibakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes, Staphylococcus
epidermidis, dan Staphylococcus aureus). Variasi pelarut mengakibatkan adanya
reaksi yang berbeda-beda terhadap potensi zona hambat yang dihasilkan yang
dikategorikan lemah hingga sangat kuat. Masing-masing pelarut memiliki zona
hambat terbaik seperti pada pelarut etanol menghasilkan 20 mm pada konsentrasi
10%. Pelarut aseton menghasilkan 21.67 mm. Pelarut air menghasilkan 9.67 mm.
Sedangkan Pelarut etil asetat menghasilkan 32.6 mm dengan konsentrasi 6%.
Potensi antibakteri yang dihasilkan dalam kategori lemah adalah 0 mm dan pada
kategori sangat kuat menghasilkan 32.6 mm.
Kesimpulan : Pelarut yang menghasilkan aktivitas antibakteri terbesar adalah etil
asetat dan potensi antibakteri dikategorikan dari lemah hingga sangat kuat.