Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
ALING PERMADANI, KIRANA
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 03:13:01
Abstract :
:Logam berat timbal merupakan salah satu jenis limbah yang
mencemari laut yang berakibat bahaya baik secara langsung terhadap organisme
laut maupun secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Ikan merupakan
salah satu organisme biota air yang menjadi sasaran pencemaran logam berat
timbal yang sering menjadi konsumsi masyarakat. Spektrofotometri Serapan
Atom (SSA) merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis unsur secara
kuantitatif berdasarkan penyerapan cahaya panjang gelombang tertentu oleh atom
logam dalam keadaan bebas. Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang
kadar timbal (Pb) pada ikan di beberapa perairan yang sesuai dengan peraturan
BPOM No. 5 Tahun 2018 yaitu 0,2 mg/kg tentang Batas Maksimum Cemaran
Logam Berat dalam Pangan Olahan.
Metode : Review ini menggunakan 5 artikel dengan tahun terbit 10 tahun
terakhir, jenis artikel yang digunakan adalah artikel nasional dan artikel
internasional terdiri dari 3 artikel nasional terakreditasi dan 2 artikel internasional
Hasil : Berdasarkan analisis hasil kadar logam timbal yang ada di daerah perairan
Muara Poboya sebesar 1,746±1,673 µg/grBB ; kadar logam timbal di perairan
Teluk Palu dan Mimika Papua sekitar <0,1 ? 0,2 mg/kgBB ; di perairan sungai
Donan, Cilacap sebesar <0,005 ? 9,194 ppm ; kadar timbal di perairan Saudi
Arabia berkisar antara 6,69 ± 0,4 µg/grBB dan kadar timbal pada perairan laut
Hitam dengan berbagai jenis ikan sebesar 0,03 ? 0,96 ± 0,12 µg/grBB.
Berdasarkan hasil tersebut terdapat 4 perairan yang hasil kadar timbalnya
melebihi ambang batas peraturan BPOM No. 5 Tahun 2018.
Kesimpulan : Kadar logam berat timbal (Pb) dalam ikan yang berasal dari
beberapa perairan yang dianalisis adalah berkisar 0,005 ? 9,194 mg/kg. Rata-rata
sampel tidak memenuhi syarat peraturan BPOM No. 5 Tahun 2018.