Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
YUSI ANGGRENI, DISKA
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-11-30 03:23:53
Abstract :
Latar Belakang: Hasil kreasi bisnis makanan harus ditangani sedemikian rupa
agar makanan dapat dinimati oleh pembeli, salah satunya dengan menambahkan
bahan tambahan pangan (BTP). Natrium benzoat merupakan bahan pengawet
organik yang penggunaannya diperbolehkan, jika jumlahnya di bawah ambang
batas maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar natrium
benzoat dalam sampel jahe giling yang beredar di Pasar Bandarjo Ungaran dengan
metode Spektrofotometri UV-Vis.
Metode Penelitian: Sampel jahe terdiri dari 5 sampel yang dijual di pasar
Bandarjo Ungaran. Metode analisis kualitatif menggunakan reaksi warna,
sedangkan metode analisis kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri
UV-Vis dan dilakukan validasi metode yang meliputi uji linearitas, uji akurasi, uji
presisi serta LOD&LOQ.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis kualitatif, 2 sampel mengandung
natrium benzoat, karena dengan reaksi warna menghasilkan warna jingga
kekuningan. Validasi metode didapatkan nilai koefisien korelsi (R2) sebesar
0,9999 yang menandakan linear, % recovery sebesar 93,78% yang masuk rentang
80-120%, RSD sebesar 0,767% yang ?2%, LOD sebesar 0,0304 ppm, dan LOQ
sebesar 0,1016 ppm. Berdasarkan hasil tersebut metode yang digunakan ini valid
karena semua parameter memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hasil
analisis kuantitatif diperoleh kadar sampel A memiliki konsentrasi sebesar
19056,3 mg/kg dan sampel B sebesar 15058,9 mg/kg.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian sampel A memiliki konsentrasi sebesar
19056,3 mg/kg dan sampel B sebesar 15058,9 mg/kg. Kadar natrium benzoat
dalam sampel melebihi batas yang ditetapkan dalam Peraturan BPOM RI No. 36
Tahun 2013, untuk jahe yang digiling batas maksimum pemanfaatannya adalah
600 mg/kg bahan dihitung sebagai asam benzoat.
9
Kata Kunci: Natrium Benzoat, pengawet makanan,Spektrofotometri UV-Vis