DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PELARUT PURIFIKASI PADA EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum) TERHADAP NILAI IC50
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
PUSPITA HASRI, AINI
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2022-11-30 03:35:24 
Abstract :
Latar belakang: Jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum) diketahui mengandung gingerol, shogaol dan zingerone yang mempunyai aktivitas antioksidan. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat ballast yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pelarut purifikasi terhadap aktifitas antioksidan ekstrak jahe merah yang dilihat dari nilai IC50. Metode : Penelitian dilakukan secara kuantitatif eksperimental. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan etanol 96%. Purifikasi menggunakan pelarut n- heksan dan n-heksan:etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP dan DPPH. Data dianalisa dengan One Way Anova dan uji lanjutan dengan LSD. Hasil : Rendemen yang diperoleh ekstrak jahe merah 11,025% ; ekstrak purifikasi n-heksan 35,77% dan ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 44,112%. Pengujian aktivitas antioksidan metode FRAP diperoleh IC50 ekstrak jahe merah 22,7739 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan 14,1279 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 10,7311 ppm. Metode DPPH diperoleh IC50 ekstrak jahe merah 49,1259 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan 29,3090 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 11,2978 ppm. Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan nilai IC50 pada ekstrak purifikasi dengan p value <0,05. Kesimpulan : Pengaruh pelarut terhadap aktivitas antioksidan jahe merah menghasilkan nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak purifikasi n- heksan:etil asetat dengan IC50 dengan metode FRAP dan DPPH yaitu 11,2978 ppm; 10,7311 ppm. Kata kunci : Jahe Merah, Zingiber officinale Var Rubrum, Purifikasi, FRAP, DPPH 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo