Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
PRAMESTI REGITA ANDRIANI, RATIH
Pujiastuti, Anasthasia
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-11-30 03:46:21
Abstract :
Latar belakang: Antioksidan merupakan senyawa yang bereaksi dengan radikal
bebas dan mendonorkan elektron sehingga radikal bebas menjadi stabil. Buah
labu kuning (Cucurbita moschata Duch) berpotensi sebagai antioksidan memiliki
senyawa flavonoid dapat membentuk radikal fenoksi yang stabil pada proses
oksidasi. Ekstrak buah labu kuning dibuat sediaan krim antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas mekanik krim
ekstrak buah labu kuning dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,04%, 0,1%, 0,16%,
serta aktivitas antioksidan sediaan yang dinyatakan dalam nilai IC50.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium.
Sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0,04% (F1), 0,1%
(F2), 0,16% (F3). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode
ABTS. Analisis data dilakukan dengan SPSS 23.
Hasil: Hasil evaluasi sediaan krim yaitu uji organoleptis berbau khas, bentuk
semi padat, tidak berasa, warna formula I putih kekuningan, formula II kuning
cerah, formula III kuning, uji homogenitas homogen, tipe krim (M/A), pH 6,
viskositas (3.600-12.120 cP), daya sebar (4,5-6,5 cm), daya lekat (4,6-6,8 detik),
daya proteksi (2,1-5,6detik), uji stabilitas mekanik krim tidak memisah. Nilai IC50
ekstrak buah labu kuning sebesar 61,90 ppm (kuat), krim formula I 74,57 ppm
(kuat), formula II 65,27 ppm (kuat), krim formula III 63,4 ppm (kuat), larutan
pembanding vitamin C 4,46 ppm (sangat kuat).
Kesimpulan: Krim ekstrak buah labu kuning memiliki mutu fisik dan stabilitas
mekanik yang baik dan memenuhi syarat. Krim buah labu kuning dengan variasi
konsentrasi ekstrak 0,04%, 0,1%, 0,16% memiliki nilai IC50 sebesar 74,57 ppm,
65,27 ppm, 63,42 ppm serta konsentrasi ekstrak paling efektif sebagai antioksidan
adalah 0,16% (F3).
Kata kunci: Antioksidan, Buah labu kuning, ABTS, Krim