Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
AULIA PRAMESTI, SARWENDAH
Pujiastuti, Anasthasia
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 03:25:49
Abstract :
Latar Belakang: Luka sayat adalah luka akibat teriris benda tajam yang
mengakibatkan luka tipis dan kecil. Buah parijoto (Medinilla speciosa)
mengandung metabolit sekunder flavonoid sebagai antiinflamasi dalam proses
penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas
sediaan salep ekstrak buah parijoto (Medinilla speciosa) terhadap penyembuhan
luka insisi pada tikus putih jantan galur wistar.
Metode: Penelitian dilakukan secara in vivo dengan hewan uji tikus putih jantan
galur wistar sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok (Kontrol positif,
kontrol basis, kontrol negatif, konsentrasi salep 0,5%, 1% dan 1,5%). Perlakuan
pemberian salep dioleskan 2x sehari selama 14 hari berturut-turut. Uji antiinflamasi
salep meliputi parameter panjang luka, parameter AUC dan %DAI, serta parameter
leukosit.
Hasil: Identifikasi metabolit sekunder menggunakan kromatografi lapis tipis
menunjukkan hasil positif untuk metabolit flavonoid gugus antosianin. Variasi
konsentrasi salep yang memiliki efektivitas paling optimal dalam penyembuhan
luka sayat dan mampu menurunkan jumlah sel darah putih adalah konsentrasi salep
1,5%. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi salep 1,5% lebih baik dari
konsentrasi salep 0,5% dan 1%.
Simpulan: Salep ekstrak etanol buah parijoto memiliki kemampuan terhadap
penyembuhan luka insisi dan dapat mempengaruhi jumlah leukosit pada tikus putih
jantan galur wistar. Kadar yang paling optimal dalam sediaan variasi konsentrasi
salep ekstrak etanol buah parijoto adalah sediaan salep kosentrasi 1,5%.
Kata kunci: Salep, Medinilla speciosa, Luka Insisi.