Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
ANISYAH, RINI
Pujiastuti, Anasthasia
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 03:55:40
Abstract :
Latar belakang : Jahe merupakan komoditas yang diperdagangkan secara luas.
Kandungan seperti gingerol dan shogaol merupakan metabolit sekunder yang
berpotensi sebagai antioksidan. Jahe sering dikonsumsi dalam bentuk minuman
seperti serbuk instan yang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan formulasi dan pengujian aktivitas antioksidan pada
serbuk instan jahe merah dan jahe emprit.
Metode : Metode filtrasi dan kristalisasi digunakan pada pembuatan serbuk instan
jahe. Pengujian stabilitas fisik dengan penyimpanan pada suhu ruang dan climatic
chamber. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS dengan vitamin
C sebagai kontrol positif yang diukur menggunkaan spektrofotometer UV-Vis dan
IC50 sebagai parameter.
Hasil : Hasil uji stabilistas fisik serbuk instan jahe dengan penyimpinan suhu
ruang dan climatic chamber pengujian waktu alir F1 (1,44 detik; 2,01 detik) F2
91,56 detik; 1,65 detik) F3 (2,23 detik; 2,10 detik), sudut diam F1 (25,45°;
29,54°) F2 (24,39°; 27,11°) F3 (29,38°, 30,86°) dan waktu larut F1 (1:38 detik;
1:23 detik) F2 (1:08 detik 1:00 detik) F3 (1:17 detik; 1:17 detik). Kadar air ketiga
formula memenuhi syarat dan hasil kadar abu tidak memenuhi syarat SNI. Uji
aktivitas antioksidan pada sampel serbuk dan larutan F1 (92,32 ppm; 42,60 ppm)
F2 (82,68 ppm; 46,31 ppm) dan F3 (91,51 ppm; 48,49 ppm).
Kesimpulan : Formulasi dengan variasi jenis jahe pada uji waktu alir,sudut diam
waktu larut dan kadar air memiliki karakteristik yang memenuhi syarat kecuali
kadar abu yang tidak memenuhi standar SNI. Aktivitas antioksidan yang
dinyatakan dengan nilai IC50 pada setiap formulasi berbeda. Kategori IC50 sampel
serbuk yaitu kuat dan sampel larutan sangat kuat.
Kata kunci : Serbuk instan, Jahe merah, Jahe emprit, Antioksidan.