Abstract :
Latar Belakang : Mie merupakan makanan yang dominan memiliki kandungan zat
gizi berupa zat gizi makro terutama karbohidrat, sedangkan untuk kandungan zat
gizi mikro tergolong cukup rendah di dalam mie kering. Untuk lebih meningkatkan
kualitas dan nilai gizi berupa zat gizi mikro yaitu salah satunya kadar zat besi pada
mie kering, pada tambahan ekstrak sayur kalakai juga dapat digunakan sebagai
bahan pangan tambahan. Selain pemanfaatan pada sayur kalakai dalam pengolahan
mie kering, untuk mengurangi penggunaan tepung terigu digunakan bahan baku
pada tepung tapioka dan tepung mocaf.
Tujuan : Untuk mengetahui kandungan protein dan zat besi (Fe) mie dengan bahan
utama ekstrak sayur kalakai (Stenochlaena palutris (Burm.f) Bedd).
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian experimental design. Formulasi mie
terdiri dari 3 yaitu, perbandingan ekstrak sayur kalakai : tepung mocaf : tepung
terigu : tepung tapioka (25% : 40% : 30% : 5%) (F1), (30% : 35% : 25% : 10%)
(F2), (35% : 30% : 20% : 15%) (F3). Uji kandungan protein dan zat besi (Fe) dengan
metode Kjeldahl dan AAS yang kemudian dideskripsikan.
Hasil : Hasil penelitian ini dilakukan uji kesukaan dan di analisis nilai protein dan
zat besi (fe) untuk per 100 gram. Kandungan protein pada mie ekstrak sayur kalakai
dengan uji kesukaan terbanyak pada formula 2 yaitu 10 gram. Kandungan zat besi
(Fe) yaitu sebesar 59,41 mg/Kg.
Simpulan : Nilai zat besi pada mie ekstrak sayur kalakai lebih tinggi daripada mie
kering komersial.
Kata Kunci : Mie, Ekstrak, Kalakai