Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia SSGI 2021 prevalensi
stunting 2021 sebesar 24,4%. Faktor penyebab stunting adalah riwayat status gizi
ibu hamil, Lingkar Lengan Atas (LILA) dan status anemia ibu. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui hubungan riwayat Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar
Lengan Atas (LILA), dan status anemia ibu dengan stunting pada batita Desa
Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.
Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh batita (12-
35 bulan). Lokasi penelitian di Desa Kebonagung. Teknik sampling dengan total
sampling sebanyak 86 batita. Pengambilan data dengan kuesioner dan pengukuran
antropometri. Analisis data menggunakan uji koefisien kotingensi (? = 0,05).
Hasil: Ibu batita di Desa Kebonagung memiliki riwayat IMT awal kehamilan
termasuk sangat kurus 5,6%, kurus 7%, normal 63,4%, gemuk 15,5% dan obese
sebesar 8,5%. Ibu memiliki riwayat LILA awal kehamilan termasuk kategori tidak
berisiko KEK sebesar 74,6% dan termasuk berisiko KEK sebesar 25,4%. Ibu
memiliki riwayat status anemia trimester III termasuk kategori tidak anemia
sebesar 74,6% dan Ibu yang mengalami anemia sebesar 25,4%. Batita di Desa
Kebonagung yang termasuk tidak stunting sebesar 74,6% dan yang stunting
25,4%. Hasil uji koefisien kotingensi yaitu tidak terdapat hubungan riwayat IMT,
LILA, dan status anemia dengan stunting (? = 0,05 ; p = 0,268 ; p = 0,127 ; p =
0,368).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan riwayat IMT, LILA, dan status anemia ibu
dengan stunting pada batita Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, maka dari
itu kemungkinan terdapat faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Kata Kunci: IMT, LILA, Anemia Ibu dan Stunting