Abstract :
Latar Belakang : Kecukupan asupan energi dan protein berpengaruh terhadap
stunting. Penyebab lain dari stunting yaitu pola asuh. Penelitian ini untuk
mengetahui hubungan asupan energi, asupan protein, dan pola asuh dengan
kejadian stunting pada batita di Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono
Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian adalah semua batita di Desa Kebonagung
Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang dengan sampel penelitian
menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 75 batita. Pengumpulan data
menggunakan kuisioner CFSQ, SQ-FFQ, dan length board dan microtoise. Analisis
data dengan uji Kendall Tau (? = 0,05).
Hasil : Asupan energi kategori defisit berat yaitu 78,7%, defisit sedang 10,7%,
defisit ringan 1.3%, normal 6,7%, dan lebih 2,7%. Asupan protein kategori defisit
berat 6,7%, defisit ringan 13,3%, normal 36,0%, dan lebih 44,0%. Pola asuh
demokratis 36,0%, pola asuh penelantar 28,0%, pola asuh permisif 20,0%, dan pola
asuh otoriter 16,0%. Ada hubungan antara asupan energi dan asupan protein dengan
kejadian stunting (p= 0,042; p=0,001). Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan
kejadian stunting pada batita di Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono
Kabupaten Semarang (p=0,067).
Simpulan : Ada hubungan antara asupan energi dan asupan protein dengan
kejadian stunting. Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting
pada batita di Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.
Kata Kunci : Asupan energi, asupan protein, pola asuh, stunting