Abstract :
Latar Belakang : Stunting adalah masalah gizi utama yang masih banyak terjadi
di Indonesia dan memberikan beberapa dampak bagi kesehatan anak. Stunting
dipengaruhi oleh faktor langsung yaitu asupan zat gizi dan penyakit infeksi serta
faktor tidak langsung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan
asupan energi, protein, berat badan lahir, panjang badan lahir, dan tinggi badan
ibu dengan stunting pada batita.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah
batita usia 12-35 bulan. Sampel berjumlah 71 batita diambil dengan teknik total
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner SQ-FFQ, length board dan
microtoise. Analisis data menggunakan uji spearman rho (CI=95%, ?=0,05).
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 57 batita (80,3%) memiliki asupan energi
defisit berat, 33 batita (46,5%) memiliki asupan protein lebih, 10 batita (14,1%)
memiliki riwayat berat badan lahir rendah, 12 batita (16,9%) memiliki riwayat
panjang badan lahir pendek, 16 ibu (22,5%) dengan tinggi badan pendek dan 18
batita (25,3%) mengalami stunting. Analisis bivariat menunjukkan terdapat
hubungan asupan energi (p=0,035) dan asupan protein (p=0,019) dengan stunting
pada batita. Sedangkan tidak terdapat hubungan berat badan lahir (p=0,223),
panjang badan lahir (p=0,397), dan tinggi badan ibu (p=0,278) dengan stunting
pada batita.
Simpulan : Terdapat hubungan asupan energi dan protein dengan stunting pada
batita di Desa Kebonagung. Tidak terdapat hubungan berat badan lahir, panjang
badan lahir, dan tinggi badan ibu dengan stunting pada batita di Desa
Kebonagung.
Kata Kunci : batita, energi, protein, berat badan lahir, panjang badan lahir, tinggi
badan ibu, stunting