Abstract :
Latar Belakang : LILA sebagai indikator untuk mengetahui sesorang beresiko atau tidaknya kekurangan
energi kronis (KEK). Prevalensi KEK pada remaja dari tahun 2010 sebanyak 6,8% , meningkat pada
tahun 2013 sebanyak 9,4% dan meningkat lagi pada tahun 2018 sebanyak 36,3%.
Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi, protein hewani dan body image dengan
lilngkar lengan Pada remaja putri di Desa Kemitir Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
Metode : Penelitian ini merupakan analitik observasional menggunakan pendekataan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja putri usia 10-18 tahun. Sampel dintentukan dengan Total
Sampling sejumlah 80 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi
frekuensi dan bivariate menngunakan uji korelasi spearman rank. Pengambilan data dengan wawancara
dan pengukuran antropometri
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsumsi energi defisit berat 30,0%, defisit sedang 3,3%,
defisit ringan 6,7%, normal 58,3% dan lebih 1,7%. Tingkat konsumsi protein hewani kurang 13,3%,
cukup 28,3 % dan lebih 58,3%. Body image dengan tidak ada perhatian (60%), perhatian ringan (30,0%),
perhatian sedang (6,7%) dan perhatian berat (3,3%). LILA < 23,5 cm sebanyak (61,7%) dan LILA ? 23,5
(38,8%).Ada hubungan tingkat konsumsi energi dan body image dengan LILA (p=0,021;p=0,049). Tidak
ada hubungan tingkat konsumsi protein hewani dengan LILA (p= 0,39).
Simpulan : Ada hubungan tingkat konsumsi energi dan body image dengan LILA pada remaja putri di
desa Kemitir Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Tidak ada hubungan tingkat konsumsi protein
hewani dengan LILA pada remaja putri di Desa Kemitir Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.
Kata Kunci : Energi, Protein Hewani, Body Image, LILA