DETAIL DOCUMENT
AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata D) PADA TIKUS PUTIH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
PURNAMA SARI, YETI
Resti Erwiyani, Agitya
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2022-12-06 02:39:40 
Abstract :
Latar Belakang : Luka bakar merupakan masalah kesehatan masyarakat global, terhitung sekitar 180.000 kematian setiap tahunnya. Buah labu kuning memliki aktivitas anti inflamasi, seperti flavonoid, saponin dan tanin serta aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap pathogen yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Metode : Penelitian ini bersifat ekperimental dengan rancangan formulasi gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan berupa uji : organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, pH dan viskositas. Uji efektivitas gel dicobakan pada tikus putih. Hasil : Sediaan gel ekstrak daging buah labu kuning karakteristik sifat fisik yang ditetapkan yaitu uji organoleptis bentuk sediaan berwarna kuning pucat sampai kuning kecoklatan tergantungan penambahan bahan, uji homogenitas ditandai dengan tidak dapat butiran disediaan, Uji daya sebar memasuki syarat uji yaitu masuk kedalam rentang 5-7 cm, daya lekat sediaan gel semuanya tidak kurang dari 1 detik, uji pH memasuki rentang asam yaitu 4,5- 6,5, dan uji viskositas hasil yang didapatkan yaitu berkisar 4.589cp - 4.589 cp dimana nilai viskositas gel 2000-50000 cPs. Rata-rata kecepatan penyembuhan hewan uji kontrol positif (Bioplancenton) merupakan kontrol tercepat dalam penyembuhan yaitu 9 hari, sedangkan ekstrak daging buah labu kuning 12 hari F1, FII dan FIII dan kontrol negatif (basis gel) 14 hari. Kesimpulan : Sediaan gel ekstrak daging buah labu kuning memiliki persyaratan sifat fisik sediaan gel dan berpengaruh terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih. Kata kunci : Labu kuning (Cucurbita moschata D) Gel, Evaluasi sediaan gel, luka bakar. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo