Abstract :
Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok yang rawan mengalami masalah
gizi khusunya kekurangan energi kronis. Faktor yang mempengaruhi KEK yaitu
kurangnya energi dan protein sebagai makronutrien, kebiasaan sarapan dan body
image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat asupan energi,
protein, kebiasaan sarapan dan body image dengan kekurangan energi kronis.
Metode :Jenis penelitian yang digunakan analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 71 remaja putri. Metode
yang digunakan adalah total sampling. Instrumen berupa lembar kuesioner SQ?FFQ, lembar kuesioner karakteristik responden dan metyline. Analisis bivariat
menggunakan uji spearman rho (CI =95%, ?=0,05)
Hasil : Hasil menunjukkan responden yang tidak beresiko KEK sebanyak 27
responden (60 %) dan beresiko KEK sebanyak 18 responden (2,2%). Asupan
energi paling banyak kategori defisit berat 23 responden (51,1%). Asupan protein
paling banyak kategori defisit berat 19 responden (42,2%). kebiasaan sarapan
paling banyak kategori kadang-kadang 22 responden (48,9%). Body image paling
banyak kategori perhatian ringan 25 responden (55,6%) Analisis bivariat
menunjukkan terdapat hubungan asupan energi (p=0,029), asupan protein
(p=0,005), dan body image (p=0,028) dengan kekurangan energi kronis pada
remaja putri. Tidak terdapat hubungan kebiasaan sarapan (0,622) dengan
kekurangan energi kronis pada remaja putri.
Simpulan : Ada hubungan tingkat asupan energi, protein, dan body image dengan
kekurangan energi kronis pada remaja putri di Desa Kemawi, Kecamatan