Abstract :
Latar Belakang : Asupan zat gizi yang baik dibutuhkan pada masa periode balita untuk menghindari kejadian stunting. Balita usia 24-36 bulan membutuhkan energi sebesar 1250 kkal/hari dan protein sebesar 26 gram/hari, sedangkan balita usia 37-59 bulan membutuhkan energi sebesar 1750 kkal/hari dan protein sebesar 35 gram/hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran asupan energi, protein dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada 59 sampel balita di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan formulir Food Recall 24 jam.
Hasil : Hasil asupan energi ditemukan balita yang mengalami defisit sebanyak 57 (97%) dan normal sebanyak 2 (3%). Hasil asupan protein ditemukan balita yang mengalami defisit sebanyak 12 (20,3%), normal sebanyak 16 (27%) dan lebih sebanyak 31 (52,5%). Balita yang mengalami stunting sebanyak 19 (33,9%) dan tidak mengalami stunting sebanyak 40 (66,1%).
Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar balita usia mengalami defisit energi sebanyak 57 (97%), asupan protein berlebih sebanyak 31 (52,5%) dan balita yang mengalam stunting sebanyak 19 (33,9%).
Kata Kunci : Asupan Energi, Asupan Protein, Balita Stunting