Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Wismayani, Leni
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-07 02:33:23
Abstract :
Tanaman renggak (Amomum dealbatum Roxb.) merupakan
salah satu tanaman yang diketahui mengandung metabolit sekunder antara lain
senyawa fenolik dan flavonoid sehingga memiliki aktivitas sebagai antioksidan.
Kandungan metsabolit sekunder ekstrak daun renggak sangat dipengaruhi oleh
efektifitas pelarut dalam menarik senyawa metabolit saat proses ekstraksi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap kadar
fenolik dan flavonoid total ekstrak daun renggak (Amomum dealbatum Roxb.)
serta mengetahui pelarut mana yang menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid
total yang paling besar menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.
Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental
laboratorium. Penentuan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak daun renggak
(Amomum dealbatum Roxb.) pada berbagai jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat
dan n-heksana dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis.
Analisis data dilakukan dengan SPSS 20 dengan uji lanjutan Tukey Post Hoc.
Hasil : Rata-rata kadar fenolik total ekstrak daun renggak yaitu ekstrak metanol
13,2152 mgGAE/g, ekstrak etil asetat 8,0587 mgGAE/g, dan ekstrak n-heksana
4,1152 mgGAE/g, sedangkan rata-rata kadar flavonoid total diantaranya ekstrak
metanol 19,0944 mgQE/g, ekstrak etil asetat 13,8835 mgQE/g dan n-heksana
9,3691 mgQE/g. Hasil analisis data SPSS Uji Tukey Post Hoc diperoleh terdapat
perbedaan signifikan (p<0,05) antara ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana.
Kesimpulan : Jenis pelarut berpengaruh bermakna (p<0,05) terhadap besarnya
kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak daun renggak (Amomum dealbatum
Roxb.) yang dihasilkan dimana kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak daun
renggak tertinggi berada pada ekstrak metanol dengan nilai rata-rata kadar fenolik
total 13,2152 mg GAE/g dan kadar flavonoid total 19,0944 mg QE/g.