Abstract :
Latar Belakang: Permasalahan gizi yang terjadi pada balita dipengaruhi oleh
asupan energi, asupan protein, kejadian diare dan kejadian ISPA. berdasarkan data
dinas kesehatan kabupaten Semarang Desa Kebonagung merupakan desa lokus
stunting.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan gizi, asupan protein, kejadian diare
dan kejadian ISPA dengan status gizi pada balita di Dusun Kebonagung Desa
Kebonagung, Kecamatan Sumowono.
Metode: Desain penelitian adalah desktiptif korelasi pendekatan belah lintang (
cross sectional) dengan metode kuantitatif. sampel terdiri 83 balita di Dusun
Kebonagung Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono. teknik pengambilan
sampling dilakukan dengan teknik total sampling. pengumpulan data menggunakan
data primer hasil penimbangan BB, TB, kuesioner dan SFFQ. analisis data
menggunakan chi-square (? = 0,05). Data yang dianalisis meliputi asupan energi,
asupan protein, kejadian diare dan kejadian ISPA menggunakan program komputer.
Hasil: Asupan energi baik 67 balita (80,7%), sedang 4 balita (4,8%), kurang 12
balita(14,5%), asupan protein Lebih 2 balita (2,4%) ,baik 62 (74,4%) ,sedang 5
balita(6%), kurang 14 balita(16,9%), balita yang tidak menderita diare 78
balita(94%), menderita diare 5 balita(6%), balita yang tidak menderita ISPA 70
balita (84,3%), ada hubungan asupan energi (p =0,002), asupan protein (p= 0,006),
kejadian diare (0,926), kejadian ISPA (p = 0,443).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan energi, asupan protein, kejadian
diare dan kejadian ISPA dengan kejadian Stunting.
Kata Kunci: Asupan Energi, Asupan Protein, Kejadian Diare, Kejadian ISPA