Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
RETNO WATI, DIAN
Oktianti, Dian
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-07 03:35:59
Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi adalah kondisi seseorang mengalami peningkatan
tekanan darah diatas normal. Tatalaksana terapi hipertensi terkadang dibutuhkan
kombinasi obat, namun kombinasi obat dapat menimbulkan adanya interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien
hipertensi di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang.
Metode : Metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 70 rekam medik pasien hipertensi
periode Januari-Mei 2022 di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang yang
memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil : Hasil yang didapatkan adalah kombinasi obat antihipertensi yang paling
banyak diberikan adalah golongan Calsium channel blocker (amlodipine) dan
Angiostensin converting enzyme Inhibitor (captopril) sebanyak 64,29%. Dari 70
sampel rekam medik yang tidak terdapat interaksi antar obat sebanyak 12 sampel
(17,14%) dan sebanyak 58 (82,86%) berpotensi mengalami interaksi obat. Potensi
interaksi antara obat hipertensi dengan obat hipertensi sebanyak 51 kejadian
sedangkan terdapat 88 kejadian interaksi antara obat hipertensi dengan obat lain
dimana satu pasien dapat mengalami potensi interaksi obat lebih dari satu.
Simpulan : Potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas
Kabupaten Semarang terjadi pada 58 pasien terdapat 139 kejadian potensi
interaksi obat dengan tingkat keparahan mayor sebanyak 7 (5,04%), moderat
sebanyak 81 (58,27%) dan minor sebanyak 51 (36,69%).
Kata Kunci : Potensi interaksi obat, puskesmas, hipertensi