Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Nurani Ikhsan, Intan
Erwin, agitya resti
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-08 01:39:47
Abstract :
Daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder yang
memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif
yang dipengaruhi oleh perbedaan metode ekstraksi dalam pembuatan sampel uji.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis daya hambat eksudat, infusa dan ekstrak
daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan
Staphylococus aureus.
Metode: Penelitian eksperimental menggunakan metode sumuran dengan 9
kelompok perlakuan. Kontrol positif ciprofloxacin, kontrol negatif aquadest steril,
eksudat konsentrasi 5%; 10%; 20%, infusa konsentrasi 10%, ekstrak
menggunakan metode maserasi dengan konsentrasi 5%; 10%; 20%. Aktivitas
antibakteri ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumuran.
Hasil: Aktivitas antibakteri pada kontrol positif terhadap Escherichia coli dan
Staphylococcus aureus adalah 30 mm dan 32 mm, sedangkan pada kontrol negatif
tidak memiliki aktivitas antibakteri karena tidak terbentuk zona bening di sekitar
sumuran. Diameter zona hambat Escherichia coli pada eksudat 5%; 10%; 20%
adalah 15,66 mm; 18 mm; 18,66 mm, infusa 10% adalah 18,66 mm dan ekstrak
5%; 10%; 20% adalah 20,33 mm; 24,66 mm; 29,33 mm. Diameter zona hambat
Staphylococcus aureus pada eksudat 5%; 10%; 20% adalah 13,33 mm; 14,33 mm;
16,33 mm, infusa 10% adalah 16 mm dan ekstrak 5%; 10%; 20% adalah 20,33
mm; 21,66 mm; 30,66 mm.
Kesimpulan: Eksudat, infusa dan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.)
memiliki aktivitas antibakteri yang baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh perbedaan
konsentrasi dan metode ekstraksi.