DETAIL DOCUMENT
FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA KEMAWI KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
SALSABILA SAFITRI, MILLENIA
Maryanto, Sugeng
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2022-12-08 02:10:32 
Abstract :
Latar belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi pada balita. Stunting atau gagal tumbuh terjadi pada balita yang mengalami kurang gizi semenjak di dalam kandungan hingga awal bayi lahir. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi stunting yaitu asupan makan dan riwayat penyakit, sedangkan faktor tidak langsung yang berhubungan dengan status gizi yaitu akses makanan, sanitasi, praktik perawatan ibu dan anak yang tidak memadai, selain itu terdapat faktor yang mendasari kedua faktor tersebut ditingkat masyarakat yaitu pengetahuan, sumber daya manusia, ekonomi dan lingkungan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada Balita di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Metode : Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitian potong-lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berusia 24-59 bulan. Pengambilan sampel dengan total sampling sejumlah 59 responen. Analisis univariat pada penelitian ini dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariate yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis korelasional koefisien kontingensi (KK). Hasil : Persentase usia pertama pemberian MP-ASI sesuai standar sebesar 71,2%, persentase balita dengan riwayat penyakit infeksi sebesar 55,9%, persentase ibu balita dengan tingkat pendidikan rendah sebesar 66,1%, persentase usia ibu saat saat hamil berisiko sebesar 20,3%, dan persentase kejadian sebesar 32,2%. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p > 0,348 ; p<0,003 ; p > 0,795 ; p < 0,030) . Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting Kata kunci : usia pertama pemberian MP-ASI, riwayat penyakit infeksi, tingkat pendidikan ibu, usia ibu saat hamil dan stunting 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo