Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Syahputra, Eko
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-08 07:11:50
Abstract :
Penggunaan obat diabetes mellitus komplikasi hipertensi dapat
menyebabkan terjadinya potensi interaksi, sehingga diperlukan adanya upaya
dalam pengelolaan dan penatalaksanaan diabetes mellitus dan hipertensi secara
tepat
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola pengobatan dan potensi
interaksi pada pasien prolanis komplikasi antidiabetes dan hipertensi Klinik
Pratama Rawat Jalan Asy-Syifa Mataram
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data
deskriptif dengan melihat data rekam medik pasien yang terdiagnosa komplikasi
diabetes dan hipertensi dan dihitung persentase penggunaan obat antidiabetes dan
hipertensi, potensi interaksi dengan menggunakan analisis secara univariat
menggunakan SPSS.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengobatan komplikasi
kombinasi obat antidiabetes dan hipertensi yang paling banyak diberikan pada
pasien prolanis Klinik Pratama Rawat Jalan Asy-Syifa Mataram adalah golongan
biguanid dengan persentase 40,14%, golongan Calcium Channel Blocker 45,77%.
Penggunaan obat kombinasi pada penggunaan obat diabetes paling banyak adalah
golongan biguanide dengan sulfonilurea dengan presentase 52,81% sedangkan
pada penggunaan obat antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan
adalah golongan Calcium Channel Blockers (CCB) dan Angiotensin receptor
blocker (ARB) dengan persentase 22,53%. Potensi interaksi yang terjadi pada
pasien komplikasi kombinasi obat antidiabetes dan hipertensi yaitu interaksi
secara farmakodinamik dengan persentase 71,82% farmakokinetik 1,40% % dan
tingkat keparahan mayor 0%, minor 0%, moderate 9,13% dan potensi interaksi
yang belum diketahui 2,11%
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penggunaan
kombinasi obat antidiabetes dan hipertensi paling banyak adalah golongan
biguanide kombinasi golongan Calcium Channel Blockers (CCB) dengan
persentase sebesar 71,83% dan masih banyak potensi interaksi yang terjadi pada
pasien komplikasi kombinasi obat antidiabetes dan hipertensi di Klinik Pratama
Rawat Jalan Asy-Syifa Mataram yaitu interaksi secara farmakodinamik dengan
tingkat keparahan secara moderate.