Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
YULIANA, HERLIN
Kumala Hati, Anita
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-09 02:18:19
Abstract :
Latar Belakang: Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Gejala
demam tifoid ini seperti demam tinggi yang berkepanjangan, sakit kepala, dan
malaise. Antibiotik sebagai pengobatan untuk demam tifoid dan penggunaan
antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Tujuannya penelitian ini
untuk mengetahui jenis antibiotik dan ketepatan penggunaan antibiotik di
Puskesmas Karangdoro Semarang tahun 2021.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien dan diperoleh sampel
sebanyak 45 pasien menggunakan teknik sampling dengan total sampling. Data
dianalisis berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian.
Hasil: Penderita demam tifoid pada pada umur 18-25 tahun memiliki jumlah yaitu
sebanyak 9 orang (20,00%), pada umur 26-35 tahun dan umur 56-65 tahun dengan
jumlah yang sama paling rendah yaitu sebanyak 7 orang (15,56%) dan jumlah yang
paling tinggi mengalami demam tifoid pada usia 36-45 tahun dan 46-55 tahun
sebanyak 11 orang (24,44%). Dari 45 sampel yang diambil didapatkan hasil 15
pasien (33,33%) berjenis kelamin laki-laki dan 30 pasien (66,67%) berjenis kelamin
wanita. Penggunaan antibiotik yang digunakan adalah Kloramfenikol sebanyak 45
pasien (100%). Pola ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan kategori tepat
obat 45 pasien (100%), tepat dosis 45 pasien (100%), tepat frekuensi 45 pasien
(100%), dan tepat lama pemberian 45 pasien (0%).
Kesimpulan: Persentase analisis ketepatan dengan tepat obat 100%, tepat dosis
100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 0%.
Kata Kunci: Antibiotik, Ketepatan, Demam Tifoid