Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ayu Mahyuni, Ni Luh
Karminingtyas, Sikni Retno
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-09 02:27:16
Abstract :
Dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat merupakan
kepanjangan dari DAGUSIBU yang menjadi sebuah program edukasi yang dibuat
oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar
Obat (GKSO). Saat ini banyak masyarakat yang masih kurang paham tentang
penggunaan obat yang rasional, aturan penggunaan obat, penyimpanan obat dan
pembuangan obat dengan benar. Pemberian informasi mengenai DAGUSIBU obat
diberikan menggunakan media berupa video edukasi. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan Ibu-Ibu PKK di
Banjar Kori Nuansa Utama Timur Desa Adat Menesa Kecamatan Kuta Selatan
Kabupaten Badung.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan
menggunakan pendekatan one group pre test-post test yaitu penelitian yang
dilakukan dengan cara memberikan pre test (pengamatan awal) terlebih dahulu
sebelum diberikan intervensi, setelah diberikan intervensi kemudian dilakukan
penilaian post test (pengamatan akhir). Penelitian ini menggunakan 100 responden
dengan cara memberikan kuisioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat
dengan uji paired sample t-test menggunakan SPSS.
Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi meliputi kategori baik
sebanyak 4 responden (4%), kategori cukup 41 responden (41%) dan kategori
kurang 55 responden (55%). Sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan
sebanyak 92 responden (92%) dengan kategori baik dan 4 responden (4%) kategori
cukup. Terdapat perbedaan rerata tingkat pengetahuan DAGUSIBU obat yang
bermakna antara pre test dan post test dengan nilai signifikansi 0,000.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK Banjar Kori Nuansa Utama Timur
sebelum diberikan edukasi video (pre test) terdapat sebanyak 4 responden (4%)
dengan kategori baik, 41 responden (41%) dengan kategori cukup, dan 55
responden (55%) dengan kategori kurang. Sesudah diberikan edukasi video (post
test) mengalami peningkatan sebanyak 96% dengan kategori baik dan kategori
cukup 4 (4%). Pemaparan video edukasi