Abstract :
Latar belakang : Abon merupakan produk makanan yang biasanya dijadikan sebagai sumber lauk
pauk kering berbentuk khas biasanya terbuat dari daging sapi murni. Melihat harga daging sapi
yang cukup tinggi, perlunya pengembangan abon dengan berbagai bahan dasar selain daging sapi.
Salah satu jenis sumber protein hewani yang banyak ditemui dan dapat dijadikan sebagai inovasi
olahan abon adalah ikan bandeng.Dalam pembuatan abon, dapat ditambahkan bahan pangan lain
untuk meningkatkan nilai fungsional serta mengoptimalkan kandungan gizi salah satunya adalah
jantung pisang.
Tujuan : Mengetahui formulasi abon berdasarkan uji orgnaoleptik dan mendeskripsikan
kandungan zat gizi berupa protein, lemak dan serat.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dalam bidang produksi pangan.
Formulasi yang digunakan yaitu formulasi I (85% : 15%), formulasi II (75% : 25) dan formulasi
III (65% : 35% ). Tingkat kesukaan dilakukan kepada 25 orang panelis agak terlatih. Analisis
kandungan gizi menggunakan standar SNI- 01-2891-1992. Metode analisis data menggunakan
univariat.
Hasil : Terdapat 3 formulasi yaitu F1,F2, F3 berdasarkan rata-rata paling banyak penerimaan pada
parameter warna, aroma, rasa, tekstur didapatkan hasil paling tinggi pada formulasi F2.
Kandungan gizi F2 berdasarkan hasil rata-rata didapati hasil kadar protein 28.13%, lemak 23.4%
dan serat 1.15%.
Simpulan : Formulasi 2 merupakan formulasi terbaik dengan nilai kandungan gizi melebihi batas
standar SNI per 100 gram abon daging sapi dengan kadar protein 28.13%, lemak 23.4% dan serat
1.15%
Kata Kunci : Abon, ikan bandeng, jantung pisang,tingkat kesukaan, kandungan zat gizi.