Abstract :
covid-19 pada anak di Indonesia jauh lebih tinggi
dibanding negara lain seperti Amerika dan Eropa. Sehingga vaksinasi covid-19
dapat diberikan pada anak usia 6-11 tahun untuk mengurangi penularan covid-19,
menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, mencapai kekebalan
kelompok masyarakat (Herd Immunity) dan melindungi masyarakat dari
penularan covid-19. Masyarakat yang akan vaksinasi mengalami kecemasan,
kecemasan adalah gangguan perasaan yang disertai dengan perasaan takut atau
khawatir yang mendalam dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah vaksinasi covid-
19 pada anak usia sekolah di Puskesmas Pabelan Kab. Semarang.
Metode: Desain penelitian ini adalah Pre-Eksperimen design dengan one group
pretest and postest desain. Populasi penelitian ini adalah anak usia sekolah
berumur 6-12 tahun yang akan melakukan vaksinasi covid-19 di Puskesmas
Pabelan Kab. Semarang. Sample penelitian dilakukan dengan teknik acidental
sampling didapatkan sejumlah 333 responden. Pengambilan data dilakukan
tanggal 14-20 Januari 2022 menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating
Scale (HARS) pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah
vaksinasi covid-19.
Hasil: Hasil yang didapat dari tingkat kecemasan sebelum vaksinasi covid-19
12,9 % mengalami kecemasan berat, 35,7% mengalami kecemasan sedang, 31,8%
kecemasan ringan dan 19,5% tidak mengalami kecemasan. Sedangkan pada
tingkat kecemasan sesudah vaksinasi 13,8% mengalami kecemasan ringan dan
86,2% tidak mengalami kecemasan. Terdapat perbedaan nilai median tingkat
kecemasan sebelum dan sesudah vaksinasi sebesar 10,90. Berdasarkan uji
Wilcoxon didapatkan nilai signifikan p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan
tingkat kecemasan sebelum dan sesudah vaksinasi covid-19 pada anak usia
sekolah di Puskesmas Pabelan Kab. Semarang.
Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya adanya upaya untuk menurunkan
kecemasaan sebelum dan sesudah anak melakukan vaksinasi covid-19.