Abstract :
Latar Belakang : Wilayah Semarang merupakan salah satu kota dengan
bertambahnya manusia silver dimasa Pandemi Covid-19. Mereka mewarnai tubuh
dengan cat silver dan bekerja dijalanan sehingga mempengaruhi kualitas personal
hygiene dengan cat yang ada ditubuh mereka.
Metode : Metode yang digunakan kuantitatif dengan penelitian fenomenologis dan
deskriptif menggunakan desain deskriptif. Dengan teknik Accidental Sampling
sebanyak 28 responden dapat diwawancara namun jumlah responden yang dapat
dilakukan selama observasi adalah 24 responden.
Hasil : Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
analisis deskriptif. Diketahui bahwa pengetahuan manusia silver sudah dikatakan
baik sebanyak 82,1%, berperilaku cukup baik sebanyak 50,0%, perbandingan yang
sama untuk lingkungan yaitu 50,0% baik dan tidak baik. Sedangkan gambaran
personal hygiene dikatakan sehat pada kebersihan kulit 41,7%, kebersihan kuku
54,2%, kebersihan rambut 62,5%, kebersihan mata 29,2%, kebersihan telinga
58,3%, cara makan/minum saat bekerja 91,7% dan kepatuhan dalam prokes 54,2%.
Simpulan : Pada kesimpulan didapatkan pengetahuan dan perilaku manusia silver
yang dinyatakan sudah cukup baik, sedangkan lingkungan manusia silver yang
sebanding antara baik dan tidak baik. Pada gambaran personal hygiene manusia
silver dikatakan sehat terawat serta baik pada kebersihan kuku, kebersihan rambut,
dan kebersihan telinga, cara makan/minum manusia silver saat bekerja, kepatuhan
dalam prokes. Sedangkan kebersihan kulit dan kebersihan mata masih kurang sehat.
Kata Kunci : Manusia Silver, perilaku personal hygiene, Wilayah Semarang,
pandemi Covid-19