Abstract :
Latar Belakang :penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian
utama di seluruh dunia. Kejadian kanker payudara di indonesia sampai saat ini
banyak menyerang wanita pada stadium lanjut, sehingga pengobatan sudah sulit
dilakukan dan berakhir pada kematian. Saat ini wanita usia subur kurang
mengetahui tentang kanker payudara dan metode penanganannya secara dini.
Oleh karena itu sebagian dari mereka tidak ada kesadaran untuk melakukan sadari
secara rutin. Pengetahuan tentang sadari sangatlah penting untuk mendeteksi
adanya kanker payudara secara dini.
Tujuan :Mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang
pemeriksaan payudara sendiri di desa bener kecamatan tengaran kabupaten
semarang.
Metode :Desain penelitian menggunakan deskriptifkuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di desa bener kecamatan tengaran
kabupaten semarang yang berjumlah 90 orang. Pengumpulan data menggunakan
koesioner. Analisa menggunakan analisa univariat.
Hasil : Pengetahuan wanita usia subur sebagian besar berpengetahuan cukup
sebanyak 42 orang (46,7%),Pengetahuan wanita usia subur pada materi pengertian
sadari sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 53 orang
(58,9%);Pengetahuan wanita usia subur pada materi tujuan sadari sebagian
besarberpengetahuan kurang, sebanyak 41 orang (45,6%), Pengetahuan wanita
usia subur pada materi manfaat sadari sebagian besar berpengetahuan kurang
sebanyak 33 orang (36,7%),Pengetahuan wanita usia subur pada materi waktu
sadari sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 39 orang
(43,3%),Pengetahuan wanita usia subur pada materi langkah-langkah sadari
sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 35 orang (38,9%),Pengetahuan
wanita usia subur pada materi temuan sadari sebagian besar berpengetahuan baik
sebanyak 31 orang (34,4%).
Kesimpulan :Hasil penelitian di dapat bahwa pengetahuan wanita usia subur
tentang pemeriksaan payudara sendiri di desa bener kecamatan tengaran
kabupaten semarang dalam kategori cukup sebanyak 42 orang (46,7%).
Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan agar pengetahuan
wanita usia subur meningkat.