Abstract :
Hipertensi adalah suatu penyakit degenaratif yang mengakibatkan kesakitan
yang tinggi, yang dimana seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi ketika
tekanan darah yang dimiliki diatas 140/90 mmHg. Menurut (Riskesdas 2018)
prevalensi hipertensi di indonesia sebesar 34,1%, ini mengalami peningkatan lebih
banyak dibandingkan prevalensi penyakit yang lain pada data data tahun sebelumya.
Tekanan sistolik adalah tekanan darah ketika jantung berkontraksi (memompa darah).
Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah ketika jantung berelaksasi. Pada
saat beristirahat, sistolik dapat dikatakan normal jika berada pada nilai 100-140
mmHg (Sari, 2017). Konsumsi garam pun menjadi salah satu penyebab terkenanya
penyakit hipertensi, responden yang mengkonsumsi garam lebih banyak bisa
mengakibatkan terkena hipertensi dibandingkan dengan mengkonsumsi garam yang
lebih sedikit. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian
hipertensi adalah konsumsi garam yang berlebihan. Tujuan dari dilakukannya
penelitian kali ini untuk mengetahui gambaran perilaku konsumsi garam dan tekanan
darah pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo Kecamatan
Banyubiru.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional
dengan jumlah sampel 89 responden ibu rumah tangga penderita hipertensi diambil
dengan metode total sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat tensi
meter digital. Sedangkan data perilaku konsumsi garam menggunakan kuesioner.
Menggunakan analisis univariat yang menggambarkan perilaku konsumsi garam dan
tekanan darah pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo
Kecamatan Banyubiru.
Distribusi responden berdasarkan umur 45-55 tahun terdapat 59 dari 89
responden (66,3%), responden berdasarkan konsumsi garam terdapat 53 dari 89
responden (59,6%), responden berdasarkan hipertensi tahap II terdapat 40 dari 89
responden (49,4%), responden berdasarkan mengkonsumsi sayur dengan garam > 1
sendok teh terdapat 39 dari 89 responden (43,8%).
Perilaku konsumsi garam dikategorikan rendah, kadang kadang
mengkonsumsi sayur dengan garam > 1 sendok teh, sebagian besar mengalami
hipertensi tahap II pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo
Kecamatan Banyubiru.
Kata kunci : Konsumsi Garam, Tekanan Darah Dan Hipertensi