DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN PERILAKU KONSUMSI GARAM DAN TEKANAN DARAH PADA IBU RUMAH TANGGA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KEBONDOWO KECAMATAN BANYUBIRU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
SEKAR KINANTI, FEBRIYANA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2023-11-06 02:56:37 
Abstract :
Hipertensi adalah suatu penyakit degenaratif yang mengakibatkan kesakitan yang tinggi, yang dimana seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi ketika tekanan darah yang dimiliki diatas 140/90 mmHg. Menurut (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di indonesia sebesar 34,1%, ini mengalami peningkatan lebih banyak dibandingkan prevalensi penyakit yang lain pada data data tahun sebelumya. Tekanan sistolik adalah tekanan darah ketika jantung berkontraksi (memompa darah). Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah ketika jantung berelaksasi. Pada saat beristirahat, sistolik dapat dikatakan normal jika berada pada nilai 100-140 mmHg (Sari, 2017). Konsumsi garam pun menjadi salah satu penyebab terkenanya penyakit hipertensi, responden yang mengkonsumsi garam lebih banyak bisa mengakibatkan terkena hipertensi dibandingkan dengan mengkonsumsi garam yang lebih sedikit. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian hipertensi adalah konsumsi garam yang berlebihan. Tujuan dari dilakukannya penelitian kali ini untuk mengetahui gambaran perilaku konsumsi garam dan tekanan darah pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 89 responden ibu rumah tangga penderita hipertensi diambil dengan metode total sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat tensi meter digital. Sedangkan data perilaku konsumsi garam menggunakan kuesioner. Menggunakan analisis univariat yang menggambarkan perilaku konsumsi garam dan tekanan darah pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru. Distribusi responden berdasarkan umur 45-55 tahun terdapat 59 dari 89 responden (66,3%), responden berdasarkan konsumsi garam terdapat 53 dari 89 responden (59,6%), responden berdasarkan hipertensi tahap II terdapat 40 dari 89 responden (49,4%), responden berdasarkan mengkonsumsi sayur dengan garam > 1 sendok teh terdapat 39 dari 89 responden (43,8%). Perilaku konsumsi garam dikategorikan rendah, kadang kadang mengkonsumsi sayur dengan garam > 1 sendok teh, sebagian besar mengalami hipertensi tahap II pada ibu rumah tangga penderita hipertensi di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru. Kata kunci : Konsumsi Garam, Tekanan Darah Dan Hipertensi 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo