Abstract :
Latar Belakang: Tekanan darah sistolik adalah kontraksi ventrikel jantung
memompa darah ke seluruh tubuh. Semakin tinggi tekanan darah maka semakin
keras jantung bekerja (WHO, 2013). Kelainan tekanan darah dapat mengarah pada
hipertensi maupun hipotensi. Kolinesterase adalah enzim yang berperan untuk
menjaga agar otot-otot, kelenjar-kelenjar dan saraf bekerja secara terorganisir
(Rahmawati & Martiana, 2014). Identifikasi paparan pestisida dilakukan melalui
pemeriksaan enzim kolinesterase di dalam darah. Paparan pestisida dapat
menyebabkan penurunan aktivitas enzim kolinesterase. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan kadar kolinesterase dengan tekanan darah sistolik pada
remaja di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja Desa Mendongan
yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 30 remaja.
Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, tensimeter digital untuk
pengukuran tekanan darah, dan berbagai instrumen laboratorium yang digunakan
pada pemeriksaan kadar kolinesterase. Analisis data yang digunakan yaitu analisis
bivariat dengan uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan variabel bebas
dengan variabel terikat.
Hasil: Distribusi kadar kolinesterase dengan tekanan darah sistolik didapati 1 orang
(33,3%) responden memiliki kadar kolinesterase abnormal dengan tekanan darah
meningkat. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi spearman diperoleh p-
value=0,186 dimana nilai p>0,05, sehingga tidak ada korelasi yang signifikan.
Simpulan: Tidak terdapat korelasi antara kadar kolinesterase dengan tekanan darah
sistolik pada remaja di Desa Mendongan. Sebagian besar responden memiliki kadar
kolinesterase dan tekanan darah normal.
Kata kunci: Pestisida, Kolinesterase, Tekanan Darah.