Abstract :
Penyakit ISPA adalah Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih
dari saluran pernafasan mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk
jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Berdasarkan hasil Riskesdas
(2018) prevalensi ISPA di Indonesia sebesar 9,3% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Total
kasus ISPA di Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai 1.520.027 kasus. Berdasarkan data
puskesmas Mijen angka kejadian ISPA pertahunnya mengalami kenaikan. ISPA sangat mudah
menyerang balita karena kekebalan imun balita masih rendah. Menurut Depkes RI 2004, perilaku
termasuk dalam faktor risiko terjadinya ISPA. Dalam praktek pencegahan ISPA pada Balita
dapat dilakukan oleh Ibu karena ibu berkontribusi besar dalam meningkatkan derajat kesehatan
di dalam rumah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku
Ibu dengan kejadian ISPA pada Balita di RW 04 Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota
Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik observasional
dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalama penelitian ini yaitu balita di Kelurahan
Kedungpane. Sampel dalam penelitoian ini diambil secara purposive sampling pada balita yang
bertempat tinggal di RW 04 Kelurahan Kedungpane dan ibunya bersedia di wawancarai
sebanyak 52 ibu. Pengambilan data pada variabel perilaku ibu dan ISPA menggunakan lembar
kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku Ibu (p=1, 000), perilaku membuka jendela kamar
tidur (p=0, 731), membuka jendela ruang keluarga (p=0, 420), membersihkan rumah (p=1, 000),
perilaku membuang sampah (p=1, 000), membuang tinja (p=0,417) dengan kejadian ISPA pada
balita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara perilaku Ibu dengan
kejadian ISPA pada balita di RW 04 Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang.
Kata Kunci : Perilaku Ibu, Kejadian ISPA