Abstract :
Latar belakang: PAK adalah penyakit disebabkan oleh faktor pekerjaan atau
lingkungan kerja. Faktor lingkungan kerja meliputi faktor fisika, faktor kimia,
faktor bilogi, faktor ergonomi, dan faktor psikosoaial. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PAK pada
karyawan pabrik tahu Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti mengenai keluhan subyektif penyakit
akibat kerja di pabrik tahu Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran
Timur dalam proses produksi yaitu suhu tubuh meningkat karena ruanga kerja
panas bersumber dari proses pemasakan bubur kedelai dan penggorengan tahu,
keluhan gangguan pernafasan bersumber dari asap pembakaran tahu dan aroma
tidak sedap dari limbah tahu, tangan pekerja berkontak langsung dengan air saat
proses produksi menimbulkan penyakit kulit muncul ruam merah, keluhan
terpleset karena lingkungan tempat kerja tidak dijaga kebersihannya sehingga air
menggenang, keluhan nyeri otot punggung bagian bawah pada proses Manual
Material Handlling hingga muscoluskeletal akibat postur tubuh pekerja tidak
ergonomis, kelelahan karena durasi jam kerja melebihi 7 jam dalam sehari,
bahkan dihari sabtu dan minggu tetap menjalankan pekerjaannya, keluhan
gangguan pendengaran saat proses penggilingan kedelai bersumber dari mesin
giling
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini ialah
seluruh karyawan pabrik tahu di Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan
Ungaran Timur. Besar sampel berjumlah 90 orang menggunakan total sampling.
Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, observasi dan wawancara. Analisis
data mengguakan uji Chi-Square.
Hasil : Hasil peneliti menunjukan bahwa terdapat hubungan usia dengan keluhan
subyektif penyakit akibat kerja (p=0,001), terdapat hubungan masa kerja dengan
keluhan subyektif penyakit akibat kerja (p=0,000), terdapat hubungan lama kerja
dengan keluhan subyektif penyakit akibat kerja (p=0,011), dan tidak ada
hubungan penggunaan alat pelindung diri (p=0,124) dengan keluhan subyektif
penyakit akibat kerja di Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran
Timur.
Simpulan : Faktor yang berhubungan dengan keluhan subyektif penyakit akibat
kerja pada karyawan pabrik tahu Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan
Ungaran Timur adalah usia, masa kerja, lama kerja. Sedangkan faktor yang tidak
berhubungan dengan keluhan subyektif penyakit akibat kerja adalah penggunaan
alat pelindung diri.
Kata Kunci : Kejadian PAK, usia, masa kerja, lama kerja, dan penggunaan APD